pembuatan dan pengeceran larutan serta reaksi asam basa

LAPORAN LENGKAP

PRAKTIKUM  KIMIA DASAR 1
OLEH:

NAMA:NOVI KONTESA
NIM:ACC 112 021
ANGKATAN:2012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

TAHUN 2012

 

       I.            Topik percobaan:

Pembuatan dan pengeceran larutan serta reaksi asam basa

    II.            Tujuan percobaan:

  1. Membuat larutan NaOH dan dari larutan H2SO4 serta  pengeceran larutan H2SO4
  2. Menghitung konsentrasi larutan dengan beberapa satuan
  3. Menentukan konsentrasi larutan asam dengan larutan Na2CO3

 

 III.            Dasar teori

 

Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut yang umumnya digunakan adalah air untuk menyatakan banyaknya zat terlarut dan pelarut,dikenal istilah konsentrasi.Untuk menyatakan banyaknya zat terlarut maupun pelarut, dikenal istilah konsentrasi. Konsentrasi larutan dapat dinyatakan dengan beberapa cara seperti persen berat, persen volume, molaritas, molalitas, fraksi mol, normalitas dan bagian persejuta.

1. Persen Berat (w/w).

Perbandingan massa zat terlarut dengan massa larutan dikali 100%. Biasanya dipakai pada larutan padat-cair atau padat-padat.

(Tim Dosen Teknik Kimia, 2011: 11).

2. Persen Volume (v/v).

Perbandingan volume zat terlarut dengan volume larutan dikalikan 100% (untuk campuran dua cairan atau lebih).

(Tim Dosen Teknik Kimia, 2011: 11).

 

3. Molaritas (M).

Banyaknya mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Harga kemolaran dapat ditentukan dengan menghitung mol zat terlarut dan volume larutan. Volume larutan adalah volume zat terlarut dan pelarut setelah bercampur.

(Tim Dosen Teknik Kimia, 2011: 12).

4. Molalitas (m).

Molalitas adalah jumlah ml zat tterlarut dalam 1000gr pelarut murni.

(Tim Dosen Teknik Kimia, 2011: 12).

5. Fraksi Mol (X).

Perbandingan mol salah satu komponen dengan jumlah mol semua komponen.

(Tim Dosen Teknik Kimia, 2011: 12).

6. Normalitas (N)

Jumlah ekivalen zat terlarut dalam tiap liter larutan. Ekivalen zat dalam larutan bergantung pada jenis reaksi yang dialami zat itu, karena ini dipakai untuk penyetaraan zat dalam reaksi.

7. Bagian Persejuta (ppm).

Miligram zat terlarut dalam tiap kg larutan, satuan ini sering dipakai untuk konsentrasi zat yang sangat kecil dalam larutan gas, cair atau padat.

  1.  IV.            Alat dan Bahan

 

No

Nama alat

ukuran

jumlah

1

erlenmeyer

100 ml

2

2

Gelas piala

50 ml

1

3

Labu takar

50 ml

2

4

Pipet tetes

-

1

5

Spatula

-

1

6

Buret

50 ml

1

7

termometer

-

1

8

corong

50 mm

1

 

No

Nama bahan

satuan

jumlah

1

NaOH

Gram

0,3 gram

2

H2SO4

Ml

Secukupnya

3

indikator orange

Gram

Secukupnya

4

PP

-

Secukupnya

5

Metil merah

Gram

0,002 gram

6

Akuades

Ml

Secukupnya

7

HCL

-

1 ml

8

Na2CO3

-

-

9

H2O

-

-

 

  1.     V.            Prosedur kerja

Ikuti sesuai modul praktikum

 

 

  1.  VI.            Hasil pengamatan

Tulis berdasarkan laporan sementara

 

  1. Perhitungan dan pembahasan
    1. Perhitungan

Tulis ulang dari laporan sementara

 

  1. Pembahasan
  • Pembuatan larutan H2SO4

Pada percobaan ini sebelum dilakukan percobaan H2SO4 alat-alat yang digunakan diukur massanya terlebih dahulu ini bertujuan untuk menghitung masssa H2SO4 ,massa akuades,dan massa campuran.

  • Pembuatan larutan NaOH

Terlebih dahulu dihangatkan kemudian 0,5 gram NaOH dilarutkan dengan akuades yang telah dihangatkan setelah NaOH larut,larutan tersebut terasa lebih hangat.

  1. Pertanyaan
    1. Apa yang dimaksud dengan larutan standar primer dan larutan standar sekunder?
    2. Syarat apa yang harus dipenuhi oleh suatu zat agar dapat dipergunakan sebagai larutan standar primer?
    3. Berikan sifat fisik dan kimia dari senyawa NaOH dan H2SO4 ?

Jawaban:

  1.  standar primer yaitu suatu larutan standar yang dapat dibuat sejumlah contoh yang diinginkan yang ditimbang secara teliti,yang kemudian melarutkannya ke dalam volume larutan secara teliti diukur volumenya

sedangkan standar sekunder ialah larutan yang konsentrasinya diperoleh dengan mentitrasi dengan larutan standar primer biasanya melalui metode titrimetri atau larutan yang telah distandarisasi

 

  1. Zat itu harus mudah didapat dalam bentuk murni atau dalam keadaan kemurnian yang diketahui dengan tepat.Umumnya zat pengotor harus tidak melebihi 0,01 sampai 0,02%

Zat itu harus tetap,mudah dikeringkan dan tidak higroskopik

Zat itu mempunyai ekuivalen yang cukup tinggi

 

  1. Sifat fisik dan kimia senyawa NaOH dapat berwujud kristal dan larutan mudah larut dalam pelarut akuades

Sifat fisik dan kimia senyawa H2SO4 berwujud cair pada suhu kamar dan bersifat asam,apabila kontak langsung dengan kulit akan sangat berbahaya.

 

 

  1. Kesimpulan dan saran
    1. Kesimpulan

Sesuai tujuan masing-masing

 

  1. Saran

Diharapkan untuk praktikum agar dapat mengatur strategi dalam melakukan percobaan karena waktu yang sangat terbatas

 

  1.  IX.            Daftar pustaka

Anshar,Irfan.1999.kimia dasar 1.jakarta:erlangga

Emi,sutami.2009.kimia jilid 1.klaten:intan pariwara

Harjadi,W.1990.ilmu kimia analitik dasar.jakarta:PT.Gramedia

Staf pengajar kimia dasar II.2012.penuntun praktikum kimia dasar II.universitas palangkaraya

  1.     X.            Lampiran

Lampirkan laporan sementara praktikum

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s